Posted by: Kraton Furniture Batik ( mebel batik ) | July 5, 2011

Motif Batik Bermakna Receptie dan Pesta

Motif Batik Bermakna Receptie dan Pesta

1. Motif Sekarjagat
Batik bermotif  “bunga-bunga” besar. Melambangkan ungkapan cinta dan memiliki  unsur-unsur memelihara perdamaian. Maka tak heran bila motif ini sering dikenakan dalam pesta pernikahan. Dengan mengenakan motif Sekar Jagad (bunga dunia) diharapkan mempelainya dikemudian hari akan hidup dalam

keserasian, baik dengan sesamanya maupun dengan lingkungannya.

Batik motif Sekar Jagad

 2. Motif Sido Wirasat

Dalam motif ini selalu terdapat kombinasi kombinasi motif truntum di dalamnya karena melambangkan orang tua akan selalu memberi nasehat dan menuntun kedua mempelai dalam memasuki kehidupan berumahtangga. Wirasat artinya lambang atau simbol. Dalam kain batik wirasat terdapat motif-motif corak truntum, corak sidomukti, corak sidoluhur, dan corak Sidhomulyo.

Batik motif Wirasat Yogya dan Solo

Kain batik wirasat biasa dikenakan oleh orang tua pengantin putri. Hal ini merupakan harapan agar keluarga pengantin dan mempelai berdua dapat hidup rukun. Motif Wirasat merupakan pengembangan dari motif Sida Mulya, yang isinya terdiri dari bermacam–macam motif batik, antara lain motif Cakar Ayam, Truntum, Sida Luhur, dan Sida Mulya. Makna motif ini, supaya dikabulkan segala permohonannya, mencapai kedudukan tinggi, terpenuhi segala materi, juga permohonan petunjuk dari Tuhan saat mendapat kegelapan agar cepat diberi jalan yang terang.

3. Ceplokan (semacam motif Kembang Jahé dalam perbatikan Cirebonan)

Suatu motif yang penuh dengan patroon daun kates /papaya yang diselingi di antaranya dengan lukisan semacam burung dengan bayangannya. Seperti figuur yang terdapat dalam motif Cokrak- cakrik yang posisinya saling bertolakan. Motif cokrak – cakrik secara umum  mempunyai makna timbal balik. Sedang arti kata cakrik = rupa, perangai, bentuk muka,profil muka. Jadi dalam motif Cokrak –cakrik, digambarkan wajah atau polah tingkah seseorang. Suatu pola tingkah laku yang berubah-ubah dan kadang dengan diselingi bersembunyi di balik figur yang lain.

Batik motif Ceplok, cokrak-cakrik

Mungkin motif ini justru dibabarkan untuk mengingatkan pemakainya agar sadar bahwa dia harus membuang salah satu sifat yang tidak baiknya (plintat-plintut). Dia harus selalu sadar bahwa dengan tingkah laku yang berubah-ubah akan banyak menemui rintangan dalam kehidupannya.

sumber : baltyra.com


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: