Posted by: Kraton Furniture Batik ( mebel batik ) | August 5, 2011

MOTIF BATIK DI MONUMEN BATIK YOGYAKARTA (PART 1)

Nitik (cakar)

Motif ini diambil dari kulit tanaman berupa titik-titik dan garis pendek yang tersusun secara geometris, terbentuk dalam bidang yang membentuk ruang. Nitik melambangkan kekuatan jiwa manusia untuk berjuang.

Motif Nitik (Cakar)

Truntum

Motif Truntum termasuk dalam pola nitik dengan ornamen pokok bunga tanjung yang menggambarkan bintang-bintang. Berasal dari kata Truntun (berkumpul kembali) melambangkan bertaut atau berseminya kembali cinta kasih suami-istri. Motif ini dikenakan pada upacara pernikahan.

Motif Truntum

Kawung

Kawung berarti  daun aren yang bentuknya diangkat dari buah randu berisi kapuk berwarna putih, yang mengandung elemen sukra (Sansekerta), melambangkan kekuatan raga manusia.

Motif Kawung

Gringsing

Bentuknya diangkat dari bunga anggrek berbintik-bintik berwarna merah yang mengandung elemen swanita (Sansekerta), melambangkan kekuatan jiwa manusia.

Motif Gringsing

Parang (Barong)

Bentuknya diangkat dari cadas-cadas gunung sebagai simbol Girisa (Sansekerta) yang melambangkan kekuasaan Raja. Khusus untuk Parang Barong hanya dikenakan oleh Raja pada upacara-upacara kerajaan.

Motif Parang (Barong)

Sumber : Monumen Batik Yogyakarta


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: