Posted by: Kraton Furniture Batik ( mebel batik ) | August 5, 2011

MOTIF BATIK DI MONUMEN BATIK YOGYAKARTA (PART 4)

Srikaton

Motif Srikaton termasuk dalam pola semen. Srikaton berasal dari kata Sri yang berarti raja/srinarendra dan katon yang berarti menampilkan diri di muka rakyatnya. Motif ini melambangkan seorang raja atau pemimpin harus mampu menjadi contoh yang baik (panutan) bagi rakyatnya dengan memiliki sifat adil , berperikemanusiaan, konsisten dalam kata dan perbuatannya (berbudi bawa laksana).

Motif Srikaton

Udan Riris

Motif Udan Riris termasuk dalam pola lereng yang terdiri dari minimal 7 motif batik yaitu lidah api setengan kawung, banji sawit, mlinjon, tritis, ada-ada, untu walang, yang tersusun dalam bentuk lereng berlatar putih. Udan Riris berarti hujan rintik-rintik melambangkan kesuburan yang barokah untuk kesejahteraan lahir batin. Dahulu termasuk motif larangan yang hanya boleh dikenakan raja dan keluarganya.

Motif Udan Riris

Parang Mangkara

Parang Mangkara termasuk dalam pola parang. Parang adalah karang yang tajam atau cadas, melambangkan ketajaman rasa dan pikir. Pada motif ini pola parang dihiasi mangkara, yaitu stilisasi dari mahkota yang dikenakan raja. Parang mangkara melambangkan bahwa seorang raja harus melindungi rakyatnya. Dahulu motif ini dikenakan oleh para ksatria.

Motif Parang Mangkara

Parang Parikesit

Parang Parikesit termasuk dalam pola parang. Parang adalah karang yang tajam atau cadas, melambangkan ketajaman rasa dan pikir. Parikesit adalah raja Astina dalam pewayangan yang berkarakter kuat dalam perasaan. Parang Parikesit melambangkan kepemimpinan yang kuat, tajam dalam rasa dan pikir serta tegas dalam tindakan. Dahulu termasuk dalam motif larangan yang hanya boleh dikenakan oleh raja dan keluarganya.

Motif Parang Parikesit

Parang Kusuma

Parang Kusuma termasuk dalam pola parang. Parang adalah karang yang tajam atau cadas, melambangkan ketajaman rasa dan pikir. Kusuma berarti bunga atau kembanging jagad atau dharahing kusuma. Parang Kusuma melambangkan harapan menjadi orang yang selalu menjaga dan menjunjung tinggi keharuman atau nama baik diri pribadi, bangsa dan negara. Dahulu motif ini dikenakan oleh para ksatria.

Motif Parang Kusuma

Sumber : Monumen Batik Yogyakarta



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: